Pengembangan Komunikasi Islam (Webinar Askopis #1)

MEDAN – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) menggelar webinar Nasional Askopis Speaker Series I dengan Tema “Mengembangkan Keilmuan Komunikasi Islam untuk Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian dalam berbagai Perspektif” pada Rabu, 24 Juni 2020.

Kegiatan yang berlangsung dari jam 10.00 – 12.00 WIB vis Zoom Meeting tersebut dikuti oleh 300 peserta dari pengurus Askopis di seluruh Indonesia, Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta praktisi dan mahasiswa.

Webinar Series kali ini diisi oleh Prof. Dr. Arskal Salim, GP, MA (Direktur Diktis/PTKI Dirjend Pendis Kemenag RI) sebagai Keynote Speaker. Narasumber diisi oleh Dr. KH. Muhammad Husni Ritonga, MA (Pakar Komunikasi Politik/ Wadek III FDK UIN Sumatera Utara) dan Muhammad Zamroni (Ketua Umum DPP Askopis Indonesia/ Dosen KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Sementara Dr. Mukhtaruddin, MA sebagai Moderator dan Dr. Uwes Fatoni, MA sebagai Host.

Ketua Umum DPP Zamroni dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Webinar Nasional Askopis Speaker Series merupakan agenda rutin yang akan dilakukan oleh DPP Askopis bersama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Askopis di seluruh Indonesia.

“Untuk selanjutnya, Seris II akan kita gelar pada 8 Juli 2020 dan didukung oleh DPD Askopis Babesumsel,” ujar Zamroni.

Ketua Umum DPP Askopis itu juga ikut memberikan materi mengenai konstruksi keilmuan komunikasi islam dan kontribusinya menuju kampus merdeka.

Dalam materinya, Direktur Diktis Kemag RI, Prof. Dr. Arskal Salim, GP, MA menyampaikan pedoman pembelajaran pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dengan berpegang pada moderasi Islam (penguatan pendidikan karekter), integritas kelimuan dan keislaman, pembelajaran berbasis daring, penguatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), peningkatan kompetensi dosen, serta penjaminan mutu pembelajaran.

Sementara Pakar Komunikasi Politik UIN Sumatera Utara, Dr. KH. Muhammad Husni Ritonga, MA menegaskan keterkaitan prinsip komunikasi Islam dalam tatanan baru untuk beradaptasi dan perubahan perilaku sosial untuk beraktivitas secara normal pada masa pandemi Covid-19.[] (Rizha).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *